Senin, 21 Desember 2009

cuz they call it you call it I call it we call it LOVE

Chapter 1
aku sedang berjalan menembus dinginnya malam. dengan dibalut mantel tebal dan syal serba hitam aku berjalan sendiri.Seiring dengan angin'' yg membelai rambutku halus. awan'' yg sejak tadi mendung kini mulai menangis. Pohon pohonpun ikut menari melambai. Tidak ada orang di sekelilingku. Seperti biasa aku memasuki sebuah gedung mewah yg menjuntai Tinggi. setiap aku berjalan masuk semua orang langsung memasang senyum terbaik mereka. kadang aku berfikir, apakah ini tulus? atau semata'' karena kewajiban?? kadang aku berfikir bahwa orang'' disekitarku munafik semua. senyum yg mereka berikan sungguh palsu. orang'' mungkin berfikir hidupku sempurna, semua aku miliki. sebenarnya, kadang aku tidak menginginkan semua ini. aku hanya ingin semua ini tulus, senyum'' itu, sapaan, teman.. aku hanya ingin membedakan mana yg tulus dan mana yg tidak.
"Ve... your mom's here." kata salah satu staf mama.
"xie xie" jawabku.
aku berjalan mendekati mama,
"Ve! ni hao ma?"
"wo hen hao" jawabku singkat.
"gimana skolah?" tanya mama lagi. "biasa aja. Ma, aku mau.."
"wait.. kamu pasti mau minta hadiah natal kan??"tanya mama. "bisa dibilang bgitu. aku tau mungkin ini susah tapi.."
"tapi mama udah beliin kamu hadiah natal. kalo kamu mau lagi tinggal kirim e-mail ke mama ya."
"lho, tapi bukannya mama ikut ke jakarta?" tnyaku lagi.
tapi kali ini mama hanya menggeleng.
"ya udah, dah mama!"